Ketua Yayasan Pendidikan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., mengundang para Pengawas Pendidikan Agama Katolik Tingkat Dasar ke Kantor Sanpukat pada Jumat, 13 Maret 2026. Para pengawas ini adalah Yanuarius A. T. Sedu Beguir (Pa Leksi), Agustinus Badjo (Pa Agus), Eusebia Edel (Ibu Edel), dan E. M. Antoneta Pale (Ibu Eros).
Bertempat di ruangan Ketua Sanpukat, para pengawas bersama Ketua Sanpukat berdiskusi tentang isu-isu hangat, program-program, dan rencana-rencana strategis ke depannya untuk pengembangan kompetensi para guru Agaman Katolik yang ada di wilayah Kabupaten Sikka, secara khusus bagi para guru Agama Katolik yang mengabdi di sekolah-sekolah Sanpukat.
“Bersama Romo Ketua, kita mendiskusikan beberapa hal yang penting untuk pengembangan kompetensi para guru Agama Katolik kita. Beberapa waktu lalu, Ibu Eros dan Ibu Edel ikut dalam workshop pembelajaran mendalam yang diadakan Sanpukat dengan pematerinya adalah Romo Fidel. Ternyata, metode itu efektif jika diterapkan untuk guru-guru kita. Sayangnya, beliau sudah berangkat, dan kami harus menunggu untuk ikut kembali workshop tersebut,” ujar Agustinus Badjo.
“Kami sangat antusias begitu mendapat undangan dari Romo Ketua Sanpukat. Artinya bahwa Sanpukat dan kami pengawas juga punya kepedulian dan ingin agar pendidikan kita di Sikka ini terlaksana dengan baik. Kadang orang tanya, kami pengawas buat apa saja, atau Sanpukat buat apa saja. Tapi dengan pertemuan ini, kita bisa buat program bersama dan bekerja sama baik ke depan. Tadi sempat disinggung oleh Ketua Sanpukat, akan mengadakan pertemuan dengan para guru Agama Katolik, juga mengadakan rekoleksi bagi para guru tersebut,” sambung pengawas wilayah kecamatan Nita, Magepanda, Paga, Mego, Tanawawo, dan Palue ini.
Sementara itu, bagi Eusebia Edel, perjumpaan ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali sekolah-sekolah, khususnya milik Sanpukat, soal bagaimana penanaman nilai-nilai Katolik, yang tidak saja terjadi di ruang kelas, tetapi juga menjiwai sekolah tersebut.
“Semoga dengan pertemuan bersama Ketua Sanpukat ini, kitaa berharap agar kami pengawas tidak saja mendampingi para guru Agama Katolik, tetapi juga kami diberi ruang untuk mendampingi sekolah juga. Hal ini penting agar kita bisa menonjolkan nilai-nilai Katolik yang menjadi spirit sekolah-sekolah Sanpukat, sehingga ada satu ciri khas yang menjadi kelebihan dari sekolah-sekolah Sanpukat,” kata pengawas wilayah kecamatan Alok Barat, kangae, Koting, Nele, dan Lela ini.
Ketua Sanpukat, RD. Okto, secara pribadi mengucapkan terima kasih atas kehadiran para pengawas Pendidikan Agama Katolik Tingkat Dasar Kabupaten Sikka ini. Baginya, kolaborasi bersama pengawas ini adalah Langkah strategis untuk menegaskan nilai-nilai pendidikan Katolik dalam sekolah-sekolah Sanpukat.
“Nilai-nilai Katolik sejatinya sejalan dengan misi utama dari pendidikan itu sendiri, apalagi yang menjadi pelopor, perintis, dan yang merawat penyelenggaraan pendidikan secara khusus di kabupaten ini sejak dulu adalah para misionaris Katolik. Pendidikan di sini bertumbuh dalam semangat kekatolikan. Kadang ada kepala sekolah yang lupa, bahwa huruf ‘K’ dalam identitas sekolahnya adalah Katolik. Oleh sebab itu, kerja sama seperti ini adalah sebuah langkah strategis untuk membawa pendidikan kita ke arah yang lebih baik, tanpa mengabaikan ciri khas kekatolikan tersebut,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

